Minggu, 06 September 2015

Diary Hari Ke-4 PKKMB

Diary PKKMB BToPH hari ke-4
            Assalamualaikum wr.wb. saya disini akan meneruskan cerita dari hari kamarin, dijamin hari ini lebih seru dan lebih menyenangkan level atas pokoknya. Tidak bisa dilupakan, kenangan yang benar-benar indah. Hari ini saya dan teman-teman berniat untuk berangkat ke acara BToPH lebih gasik dari anak-anak yang lainnya dengan maksud untuk meminta tanda tangan dari panitia karena hari ini harus sudah dikumpulkan kata komdis. Namun ketika kelompok saya ingin memasuki kampus kesmas panitianya mengusir secara halus, kita ditanyai apakah sudah sarapan? Dan kalau belum adek pulang saja dulu untuk sarapan lagipula masih pagi, seperti itu kata panitia. Kemudian pukul 07.00 WIB kita baru dibolehkan untuk masuk, selanjutnya kita mengisi absen selanjutnya masuk kedalam ruangan lagi. Hari ini kita hanya mndapatkan satu materi mengenai Leadership. Pematerinya merupakan alumni kesmas yaitu mba Kiki, dia terlihat sangat berpotensi dan sangat mampu memberikan motivasi. Bermanfaat sekali materi yang disampaikan mengenai leadership untuk bekal kita menjadi seorang SKM.
Selanjutnya kita diajak untuk turun kelapangan, kita diberikan materi tentang simulasi aksi untuk meminta hak agar dekan dan jajarannya mau merealisasikan undang-undang mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di area kampus FIKes. Kita diberikan etika-etika turun aksi yang baik dan benar. Ini dapat menjadikan bekal untuk seorang mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dan gagasannya dikalangan umum.
Selanjutnya kita mendatangi masing-masing stand kedelapan materi peminatan yang ada di Kesmas. Cukup menambah wawasan tentang 8 bidang peminatan dan mengetahui juga lebih jauh prospek kerjanya. Dan datanglah saat yang ditunggu, yaitu waktu makan hehe. Setelah makan kita langsung melakukan closing ceremony. Lumayan sangat terik cuacanya saat itu, tapi kita semua kuat tidak ada satupun yang jatuh sakit.
Selanjutnya kita masuk kedalam ruangan lagi, dan kita diberikan sebuah video yang sangat mengejutkan. Yaitu video mengenai keseruan para panitia PKKMB BToPH dan termasuk komdis saat mereka menyiapkan semua rangkaian acara ini. Membuat perut sakit karena kekocakan dari para panitianya. Setelah itu kita semua kelapangan voli depan kesmas.
Ituu adalah waktu dimana kita selanjutnya gantian memberikan sebuah persembahan untuk para panitia melalui paduan suara kita yang menyanyikan lagu daerah dan lagu khusus untuk para panitia dan komdis.
Selanjutnya aja, akhirnya kita seru-seruan bareng panitia, kita mendapatkan banyak hadah dari beberapa juara nominasi yang berbeda-beda. Selanjutnya kita menanyakan tentang keberadaan dari komdis, karena komdis tidak terlihat saat itu.
Boom.. surprise komdis keluar dari lobi bersama SCPJ, satu angkatanpun riuh menyerukan komdis idola kita masing-masing. Ya ampun, bener-bener tidak menyangka kita tahu semua kelakuan komdis dibelakang layar seperti apa. Jauh berbeda, gokil.

            Acara penutup yaitu dengan kita berjoged dan bernyanyi bersama dan kita maen guyur air antara panitia dan maba. Seru gokil membahagiakan.   

Sabtu, 05 September 2015

Diary PKKMB hari ke-3

Hai viewers, aku kembali lagi nih dengan cerita bereda. Kali ini aku akan menceritakan suatu pengalaman yang bener-bener indah, yaitu yang akan saya tulis dalam judul:
Diary PKKMB hari ke-3 atau rangkaian acara BToPH
Hari ini tanggal 5 September 2015 bangun pagipun rasanya masih sangat sungkan, karena dijadwal libur kuliah ini saya sebagai Maba Kesmas Unsoed harus melewati suatu rangkaian acara BToPH. Tapi setelah saya rapih sesudah mandi dan makan rasanya itu berbeda, mulai tumbuh semangat untuk mengikuti acara BToPH ini.
Saat masuk kampus semua berjalan lancar, saya tidak terlambat dan langsung mengisi absen kemudian masuk ke ruang kuliah I kesmas di lantai atas untuk mendapatkan materi. Ternyata setelah pembawa acara membacakan rangkaian acaranya, materi pertama diisi oleh Mba Rizqy atau yang akrab disapa Kiki tentang ISMKMI (ikatan senat mahasiswa kesehatan masyarakat Indonesia). Materi yang disampaikan menyenangka, dapat membuka wawasan kita mengenai apa itu ISMKMI dari mulai visi misi sampai struktur organisasinya.
Singkat saja, setelah itu saya mendapatkan materi kembali mngenai Kesehatan Masyarakat yang lebih dalam lagi. Tak disangka Unsoed mendatangkan seorang guru besar dari FKM UI yaitu Prof. Adik Wibowo, Dr. dr. MPH. Beliau memanglah sosok yang sangat dapat dibanggakan dan menjadi panutan. Beliau adalah satu-satu wakil bangsa Indonesia yang dapat terjun kedalam wadah organisasi internasional yaitu WHO. Pengalaman hidup beliau memang begitu banyak, kalau saya simak semua pengalamannya begitu membahagiakan. Satu kalimat yang sering beliau katakana “Hidup ini sebentar, nikmati hidup ini, enjoy your life”. Sangat mengena sekali kata-kata itu, dan yang saya kagumi adalah walaupun usia beliau sudah senja namun beliau tetap terlihat bugar dan muda. Benar-benar sosok yang menginspirasi untuk memperbaiki gaya hidup yang lebih enjoy lagi.
Rangkaian pkkmb untuk hari ke-3 ini memang sangat menyenangkan, tidak merasa bosan dan ngantuk sedikitpun. Hari ini kita juga dapat pembelajaran yang diberikan oleh mas dan mba SCPJ mngenai tata cara mempresentasikan suatu gagasan dan makalah yang telah kita buat. Masukkannya semua sangat bermanfaat dan educative. Terimakasih kepada semua pembicara yang hari ini telah banyak menularkan ilmu-ilmunya kepada saya dan semua Maba Kesmas Unsoed 15 ini.

Oya, sebelum kita pulang juga mas-mba komdis juga sudah mulai ramah dan mau tersenyum ketika semua maba kesmas menyanyikan yel-yel angkatannya. Benar-benar closing yang menggembirakan. 

Diary PKKMB hari ke-3

Hai viewers, aku kembali lagi nih dengan cerita bereda. Kali ini aku akan menceritakan suatu pengalaman yang bener-bener indah, yaitu yang akan saya tulis dalam judul:
Diary PKKMB hari ke-3 atau rangkaian acara BToPH
Hari ini tanggal 5 September 2015 bangun pagipun rasanya masih sangat sungkan, karena dijadwal libur kuliah ini saya sebagai Maba Kesmas Unsoed harus melewati suatu rangkaian acara BToPH. Tapi setelah saya rapih sesudah mandi dan makan rasanya itu berbeda, mulai tumbuh semangat untuk mengikuti acara BToPH ini.
Saat masuk kampus semua berjalan lancar, saya tidak terlambat dan langsung mengisi absen kemudian masuk ke ruang kuliah I kesmas di lantai atas untuk mendapatkan materi. Ternyata setelah pembawa acara membacakan rangkaian acaranya, materi pertama diisi oleh Mba Rizqy atau yang akrab disapa Kiki tentang ISMKMI (ikatan senat mahasiswa kesehatan masyarakat Indonesia). Materi yang disampaikan menyenangka, dapat membuka wawasan kita mengenai apa itu ISMKMI dari mulai visi misi sampai struktur organisasinya.
Singkat saja, setelah itu saya mendapatkan materi kembali mngenai Kesehatan Masyarakat yang lebih dalam lagi. Tak disangka Unsoed mendatangkan seorang guru besar dari FKM UI yaitu Prof. Adik Wibowo, Dr. dr. MPH. Beliau memanglah sosok yang sangat dapat dibanggakan dan menjadi panutan. Beliau adalah satu-satu wakil bangsa Indonesia yang dapat terjun kedalam wadah organisasi internasional yaitu WHO. Pengalaman hidup beliau memang begitu banyak, kalau saya simak semua pengalamannya begitu membahagiakan. Satu kalimat yang sering beliau katakana “Hidup ini sebentar, nikmati hidup ini, enjoy your life”. Sangat mengena sekali kata-kata itu, dan yang saya kagumi adalah walaupun usia beliau sudah senja namun beliau tetap terlihat bugar dan muda. Benar-benar sosok yang menginspirasi untuk memperbaiki gaya hidup yang lebih enjoy lagi.
Rangkaian pkkmb untuk hari ke-3 ini memang sangat menyenangkan, tidak merasa bosan dan ngantuk sedikitpun. Hari ini kita juga dapat pembelajaran yang diberikan oleh mas dan mba SCPJ mngenai tata cara mempresentasikan suatu gagasan dan makalah yang telah kita buat. Masukkannya semua sangat bermanfaat dan educative. Terimakasih kepada semua pembicara yang hari ini telah banyak menularkan ilmu-ilmunya kepada saya dan semua Maba Kesmas Unsoed 15 ini.

Oya, sebelum kita pulang juga mas-mba komdis juga sudah mulai ramah dan mau tersenyum ketika semua maba kesmas menyanyikan yel-yel angkatannya. Benar-benar closing yang menggembirakan. 

Sabtu, 29 Agustus 2015

Diary Hari Ke-2 PKKMB

Diary Hari Kedua PKKMB
Hari ini tanggal 29 Agustus 2015 aku mengikuti kegiatan PKKMB untuk yang kedua kalinya. Rasanya memang campur aduk, untuk awal-awal terasa menyenangkan namun pada akhirnya malah ngerasa capuk dan takut karena komdisnya. Acara di mulai pukul 06.30 WIB, ada satu anggota kelompok ku yang ternyata terlambat. Alasannya karena katanya dia balik ke kosan mengambil dasinya yang tertinggal. Sebelum acara PKKMB kembali dilanjutkan kita melakukan apel pagi terlebih dahulu. Setelah apel kita disuruh untuk melakukan senam yang dibuat oleh satu angkatan. Namun, apesnya coordinator angkatan kita ternyata tidak membawa music yang akan diputarkan saat senam nanti.
Coordinator angkatanpun maju kedepan dan berbicara dengan panitia, jika senamnya menggunakan suara saja bagaimana, apakah bisa? Daaaan, karena panitia dan trio hore berbaik hati kitapun senam dengan mengikuti instruksi dari trio hore dan menggunakan music yang telah disediakan trio hore. Akhirnya kita kompak untuk bersenam, setelah selesai senam ternyata kita mendapatkan kejutan dari trio hore. Ternyata kita diberikan tugas untuk melakukan kegiatan outbond. Tiap kelompok dibagikan peta tentang letak pos yang harus didatangi, kekompakan dalam kelompokpun di game ini benar-benar diuji. Di setiap pos yang kita datangi pasti ada saja hal uniknya. Banyak sekali aspek-aspek yang diujikan dalm permainan ini, ini membuat jalinan hubungan dengan kelompok semakin erat. Kitapun dituntut untuk berfikir dengan cepat mengatur semua strategi agar dapat memenangkan permainan ini. oya kita Cuma diberikn waktu untuk mendatangi delapan pos yang ada selama dua jam. Setelah itu kita diharuskan sudah kembali ke kampus kesmas kembali. Sebelum kita melanjutkan acara untuk mendapatkan materi kita mengganti baju terlebih dahulu supaya lebih nyaman lagi di dalam ruangan. Setelah itu beberapa dosen memberikan materi dan kemudian dilakukan juga pengenalan UKM yang ada di kampus kesehatan masyarakat. Dari bebrapa UKM yang dikenalkan aku tertarik untuk mengikuti UKM PLAKAT, UREA dan ingin mengikuti BEM juga. Setelah itu kita diberikan waktu untuk isoma. Dan biasa ketika datang waktu makan kitapun hanya memiliki waktu 7 menit untuk menghabiskan semua makanannya.

Singkat saja, setelah acara sudah selesai kitapun digiring ke parkiran untuk melakukan apel sore, saat apel sore kita satu angkatanpun dimarahin habis-habisan sama komdis, tapi kita sadar kok memang semua itu kesalahan dari angkatan kita yang tidak membuat senam angakatan. Ini benar-benar pelajaran yang berharga, kita harus melakukan tugas dengan benar dan tepat waktu. Itu saja mungkin salah satu pesan yang berkesan.

Jumat, 28 Agustus 2015

BIOGRAFI TOKOH KESEHATAN

BIOGRAFI TOKOH KESEHATAN
 Endang Rahayu Sedyaningsih Menteri Kesehatan RI

dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH adalah Menteri Kesehatanpada Kabinet Indonesia Bersatu II yang menjabat sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes sejak 2007. Beliau lahir di Jakarta, 1 Februari 1955. Endang memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ibu dari dua putra dan satu putri ini kemudian melanjutkan spesialisasi Kesehatan Masyarakat di Harvard School of Public Health di Boston, Amerika Serikat tahun1992. Program doktor dia ambil di bidang dan kampus yang sama dan lulus pada 1997.
Ia bersuamikan Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang) dan memiliki dua putra dan satu putri. Putra pertama bernama Arinanda Wailan Mamahit, putra kedua bernama Awandha Raspati Mamahit, dan anak putri paling kecil bernama Rayinda Raumanen Mamahit.
Nama ibu berkacamata ini menjadi kontroversi terkait proyek Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2). Perjalanan karir Endang di Dinas Kesehatan cukup panjang. Selepas kuliah di FKUI, Endang sempat bekerja di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, pada 1979-1980. Kemudian, pada 1980-1983, Endang berangkat ke Nusa Tenggara Timur. Di lokasi ini, Endang menjabat Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Waipare, NTT. Lalu, dia berlanjut tugas kembali ke Jakarta. Endang dipercaya bertugas di Dinas Kesehatan Propinsi DKI pada 1983-1997. Tidak hanya di level lokal dan Tanah Air, karir Endang juga terbilang gemilang di kancah dunia.
Pada tahun 1983, ia pindah ke Jakarta dan meneruskan bekerja dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta. Pada tahun 1997, dia bergabung dengan Badan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Dia bekerja sebagai peneliti di Pusat Penelitian Pengendalian dan Pengembangan Program Penyakit , NIHRD untuk lebih dari satu dekade. Selama 6 bulan pada tahun 2001, dia menghabiskan waktunya dengan bekerja pada Kantor Pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss.
Ia diangkat sebagai Direktur Pusat Penelitian Biomedis dan Program Pengembangan, NIHRD pada tahun 2007. Pada bulan Oktober 2009, ia diangkat sebagai Menteri KesehatanRepublik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bergabung denganKabinet Indonesia Bersatu jilid Dua. Endang, secara mengejutkan terpilih menjadi Menteri Kesehatan menyingkirkan kandidat kuat saat itu Nila Juwita Muluk yang sudah mengikuti fit and proper test oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum menjabat menjadi Menteri Kesehatan, Istri dari Dr. Reanny Mamahit ini menjadi bawahan Menteri Kesehatan sebelumnya, Siti Fadilah Supari. Saat itu Endang dipercaya memegang kendali sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan RI.
Endang beralamat yang Jl. Pendidikan Raya III Blok J-55 Jkomplek IKIP Duren Sawit, Jaktim juga pernah dimutasi Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari diduga terkait kasus Namru 2.
Pada tahun 2010, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan RI melarang beredarnya iklan susu formula karena tidak sesuai bagi pertumbuhan bayi. Selain itu, beliau juga memperjuangkan pelarangan iklan rokok di televisi. Langkah beliau ini didukung banyak pihak dan masyarakat Indonesia.
Pada tanggal 26 April 2012 ia mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Kesehatan karena kondisi kesehatan. Ia resmi diberhentikan pada tanggal 30 April 2012.Pada tanggal 2 Mei2012, Endang meninggal dunia karena kanker paru lanjut di usia 57 tahun di RSCM, sekitar pukul 11.41 WIB.

BIOGRAFI TOKOH KESEHATAN

BIOGRAFI TOKOH KESEHATAN
 Endang Rahayu Sedyaningsih Menteri Kesehatan RI

dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH adalah Menteri Kesehatanpada Kabinet Indonesia Bersatu II yang menjabat sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes sejak 2007. Beliau lahir di Jakarta, 1 Februari 1955. Endang memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ibu dari dua putra dan satu putri ini kemudian melanjutkan spesialisasi Kesehatan Masyarakat di Harvard School of Public Health di Boston, Amerika Serikat tahun1992. Program doktor dia ambil di bidang dan kampus yang sama dan lulus pada 1997.
Ia bersuamikan Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang) dan memiliki dua putra dan satu putri. Putra pertama bernama Arinanda Wailan Mamahit, putra kedua bernama Awandha Raspati Mamahit, dan anak putri paling kecil bernama Rayinda Raumanen Mamahit.
Nama ibu berkacamata ini menjadi kontroversi terkait proyek Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2). Perjalanan karir Endang di Dinas Kesehatan cukup panjang. Selepas kuliah di FKUI, Endang sempat bekerja di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, pada 1979-1980. Kemudian, pada 1980-1983, Endang berangkat ke Nusa Tenggara Timur. Di lokasi ini, Endang menjabat Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Waipare, NTT. Lalu, dia berlanjut tugas kembali ke Jakarta. Endang dipercaya bertugas di Dinas Kesehatan Propinsi DKI pada 1983-1997. Tidak hanya di level lokal dan Tanah Air, karir Endang juga terbilang gemilang di kancah dunia.
Pada tahun 1983, ia pindah ke Jakarta dan meneruskan bekerja dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta. Pada tahun 1997, dia bergabung dengan Badan Nasional Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Dia bekerja sebagai peneliti di Pusat Penelitian Pengendalian dan Pengembangan Program Penyakit , NIHRD untuk lebih dari satu dekade. Selama 6 bulan pada tahun 2001, dia menghabiskan waktunya dengan bekerja pada Kantor Pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss.
Ia diangkat sebagai Direktur Pusat Penelitian Biomedis dan Program Pengembangan, NIHRD pada tahun 2007. Pada bulan Oktober 2009, ia diangkat sebagai Menteri KesehatanRepublik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bergabung denganKabinet Indonesia Bersatu jilid Dua. Endang, secara mengejutkan terpilih menjadi Menteri Kesehatan menyingkirkan kandidat kuat saat itu Nila Juwita Muluk yang sudah mengikuti fit and proper test oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum menjabat menjadi Menteri Kesehatan, Istri dari Dr. Reanny Mamahit ini menjadi bawahan Menteri Kesehatan sebelumnya, Siti Fadilah Supari. Saat itu Endang dipercaya memegang kendali sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan RI.
Endang beralamat yang Jl. Pendidikan Raya III Blok J-55 Jkomplek IKIP Duren Sawit, Jaktim juga pernah dimutasi Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari diduga terkait kasus Namru 2.
Pada tahun 2010, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan RI melarang beredarnya iklan susu formula karena tidak sesuai bagi pertumbuhan bayi. Selain itu, beliau juga memperjuangkan pelarangan iklan rokok di televisi. Langkah beliau ini didukung banyak pihak dan masyarakat Indonesia.
Pada tanggal 26 April 2012 ia mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Kesehatan karena kondisi kesehatan. Ia resmi diberhentikan pada tanggal 30 April 2012.Pada tanggal 2 Mei2012, Endang meninggal dunia karena kanker paru lanjut di usia 57 tahun di RSCM, sekitar pukul 11.41 WIB.

FOTO ANGKATAN